Jadi Ladang Rezeki? Ini Potensi Investasi di Masa Pandemi

Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Istilah investasi sebenarnya bisa disandingkan dengan istilah menabung yang dikenal oleh seluruh kalangan masyarakat. Bedanya jika menabung kegiatan mengumpulkan uang lalu disimpan secara mandiri. Sedangkan investasi adalah kegiatan mengumpulkan uang lalu disimpan di pasar modal dan uang tersebut disalurkan ke perusahaan untuk dikembangkan sehingga mendapatkan keuntungan yang selanjutnya dibagi kepada investor.

Untuk menjadi seorang investor diperlukan literasi yang baik tentang produk” investasi. Hal itu dilakukan untuk menghindari potensi kerugian atas investasi yang dilakukan. Dimasa pandemi literasi investasi bisa kita dapatkan dengan mudah di berbagai platform. Biasanya saya membuka platform youtube, telegram, dan instagram untuk mempelajari investasi. game tembak ikan berhadiah

Jenis-jenis investasi yang ada di Indonesia :

1. Deposito

Instrumen investasi ini cocok bagi anda yang memiliki profil resiko konservatif. Artinya instrumen ini memiliki potensi kerugian yang kecil. Hal ini berbanding lurus dengan potensi keuntungan yang didapat sekitar 5-6% per tahun. Tapi instumen ini memiliki tenor waktu untuk mengambilnya.

2.  Emas

Instrumen investasi ini paling digemari masyarakat Indonesia karena nilainya yang cenderung stabil dan resiko kerugiannya yang juga rendah. Selain itu emas juga bisa dipakai oleh perempuan untuk menghias diri.

3. Properti

Instrumen investasi memiliki kesamaan dengan emas berupa bentuk fisik dan nilainya cenderung stabil. Akan tetapi ada biaya perawatan yang harus dikeluarkan untuk menjaga nilai properti. Biasanya orang yang berinvestasi property akan membeli tanah lalu membangunnya setelah itu disewakan kepada orang lain. Seiring dengan perkembangan zaman orang-orang mengikuti proyek dari suatu perusahaan properti untuk menghemat biaya pembangunan dan meningkatkan nilai sewa.

4. Saham

Saat ini saham sedang menjadi perbincangan di masyarakat. Alasannya apabila kita berinvestasi saham kita bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Akan tetapi resiko dala berinvestasi saham tinggi apabila kita tidak mempelajarinya. Untuk orang yang masih awam disarankan untuk membeli saham yang bluechip/ yang berada di LQ45. Untuk memulai investasi saham anda bisa mendownload apk ajaib dan masukkan kode referal rafi067 anda berkesempatan mendapat saham gratis.

5. Reksadana

Dalam berinvestasi reksadana suatu perusahaan sekuritas mengumpulkan dana dari banyak investor untuk dibelikan kembali instrument investasi yang lain. Keuntungan dari investasi ini lebih besar dari deposito akan tetapi dengan resiko yang kecil hingga besar. Untuk yang kecil anda bisa investasikan di reksadana pasar uang dengan potensi untung 6-7% per tahun, sedang di reksadana obligasi sekitar 8-13% per tahun, besar di reksadana saham -20 — – 15 % per tahun karena covid. Untuk memulai investasi di reksadana anda bisa mendownload apk bibit dengan kode referral yukcuan100persen untuk mendapatkan voucher 25 ribu.

6. Peer to peer landing

Investasi jenis ini tergolong masih baru di Indonesia. Cara untuk investasi di instrumen ini adalah anda menyerahkan modal untuk dijalankan bisnis dari suatu perusahaan. Investasi ini memiliki return yang cukup tinggi sebesar 18 % per tahun sebanding dengan resiko kegagalan dari investasinya.

7. Sukuk Tabungan/ Ritel

Sukuk merupakan instrument investasi yang mengumpulkan dana masyarakat untuk digunakan dalam rangka pembangunan infrastruktur di negara Indonesia. Apabila masyarakat berminat di investasi ini maka anda akan mendapatkan imbal hasil 5,5%/tahun. Dan tenor waktu untuk investasi ini adalah 3 tahun dan bunganya akan dibayarkan kepada anda setiap bulan. Adapun proyek pembangunan strategis yang di rencanakan pemerintah pada tahun 2021, yaitu :

  • Pelayanan Dasar

Rumah susun dan rumah khusus 10.706 unit, Bendungan 53 unit (43 on going dan 10 baru), Akses sanitasi&persampahan 1.643.844 KK, Jaringan irigasi ; pembangunan 600 km; rehabilitasi 3.900 km; jaringan irigasi tanah 100 km.

  • Konektivitas

Pembangunan jalan 965,4 km, jembatan 26,9 km, Jalur KA 446,56 km’sp, Bandara 10 unit/ lokasi.

  • Energi & kelistrikan
  • Jaringan Gas Bumi untuk rumah tangga 120.766 SR, PLTS Rooftop&PLTS Cold storage 11,8 MWp.
  • TI& Informasi
  • Penyediaan BTS di daerah 3T 5.053 lokasi, Palapa Ring barat 40%, tengah 30%, timur 30%.

8. Sukuk wakaf (CWLS)

Secara umum Sukuk wakaf hampir sama dengan Sukuk Tabungan/Sukuk ritel hanya saja tenor waktu pengembaliannya yang berbeda. Jika Sukuk tabungan/ Sukuk ritel dalam waktu 3 tahun sedangkan Sukuk wakaf hanya dalam 2 tahun. CWLS memiliki keunggulan dimana investasi wakaf uangnya dilindungi dan dijamin oleh negara. Dengan adanya berbagai inovasi sukuk wakaf terus mendorong pertumbuhan minat masyarakat Indonesia berwakaf khususnya wakaf uang, dan memberi rasa aman kepada masyarakat atas wakaf uang yang dikelola oleh nadzir. judi tembak ikan terbaik

Selain keunggulan diatas, beberapa keunggulan sukuk wakaf, yaitu :

  • Produktif : Imbalan dibayarkan setiap bulan serta dimanfaatkan untuk pembiayaan program/ kegiatan social dan pemberdayaan masyarakat.
  • Utuh : Dana akan kembali 100% untuk pewakaf (wakif) pada saat jatuh temp SBSN.
  • Berkah :Dengan minimal 1 juta rupiah sudah berinvestasi jariah penuh berkah.
  • Mudah : Adanya fasilitas untuk pewakaf uang, sehingga dapat dimanfaatkan.
  • Amanah : Pengelolaan dan pemanfaatan wakaf uang secara transparan dan akuntabel.
  • Aman : Penempatan wakaf uang dijamin oleh negara.

Menurut menteri keuangan kombinasi antara kegiatan sosial bersedekah atau memberikan wakaf namun juga produktif. Cash Waqf linked Sukuk atau sukuk wakaf ritel ini adalah jawabannya.

Setelah anda mengetahui instrument investasi yang sudah saya jelaskan diatas, selanjutnya langkah yang harus dilakukan adalah mencari instrument yang menurut anda cocok dengan keuangan anda dan tujuan anda. Sebaiknya di masa pandemi ini kita mulai berinvestasi karena modal awal yang dikeluarkan cukup kecil dan memiliki potensi keuntungan. Akan tetapi kita harus memperhatikan toleransi resiko kerugian yang ingin didapat dan memilih instrument investasi yang tepat.

Related Posts